Tiket Kereta Api ke Jogja Untuk Menikmati Keindahan Kota Gudeg

Banyak yang penasaran harga tiket kereta api ke Jogja melalui Stasiun Tugu. Pasalnya Stasiun Tugu merupakan pemberhentian utama di Yogyakarta. Didirikan pada masa pemerintahan Kolonial Belanda, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu cagar budaya tertua. Intip destinasi wisata apa saja yang layak dikunjungi dekat Stasiun Tugu.

Daftar Stasiun Tujuan Tiket Kereta Api ke Jogja

tiket kereta api ke jogja
tiket kereta api ke jogja
  • Stasiun Tugu Jogja

Stasiun yang berada di kawasan Gedongtengen Yogyakarta ini merupakan salah satu stasiun terkenal. Hal tersebut lantaran di sinilah lokasi pemberhentian utama dari kereta-kereta besar kelas A. Ia didirikan pada ketinggian kurang lebih 113meter.

Stasiun ini dikelola oleh KAI sebagai perusahaan utama dengan beberapa anak-anak usahanya seperti: KAI Bandara, Commuter, dan Wisata. Secara khusus, stasiun ini memang melayani pemberhentian kereta eksekutif. Selain itu ada bermacam kelas lain secara campuran berhenti di sini.

Stasiun Tugu Jogja adalah salah satu stasiun yang tertua. Ia bahkan dioperasikan pertama kali pada tahun 1888. Secara bangunan, ia dibagi menjadi dua yakni bangunan utara dan selatan bersama dua pintu masuk dan keluar.

  • Stasiun Lempuyangan

Termasuk stasiun pemberhentian KA besar dengan tipe B, Stasiun Lempuyangan berlokasi di Bausasran-Danurejan. Lokasinya tidak jauh dari Stasiun Tugu, yakni hanya 1km saja. Termasuk dalam Daop VI, pemberhentian kereta Lempuyangan dibangun dengan ketinggian 114meter.

Jika Stasiun Tugu melayani pemberhentian KA campuran, maka Stasiun Lempuyangan hanya untuk kelas Ekonomi dan Commuter Line. Nama Lempuyangan sendiri diambil dari nama perkampungan yang terletak di dekatnya yakni Kampung Tegal Lempuyangan.

Stasiun Lempuyangan dioperasikan pada tahun 1872 oleh pemerintah Hinda-Belanda. Kala itu pemerintah membutuhkan transportasi yang memadai untuk mengangkut produksi gula di Jogja ke Batavia. Di masa lampau, Yogyakarta dan kawasan sekitaran Jawa Tengah memang banyak dibangun pabrik-pabrik gula.

  • Stasiun Maguwon

Fungsi utama dari Stasiun Maguwon ialah sebagai jalur kereta api bandara. Ia melayani kereta api kelas II B yang berlokasi di kelurahan Maguwoharjo-Depok. Stasiun ini adalah stasiun bandara pertama di Tanah Air yang dikelola langsung oleh KAI Commuter.

Pada tahun 2018, Stasiun Maguwon mengganti pesinyalan mekanik menjadi elektrik. Hal ini untuk mendukung pembangunan jalur ganda yang telah dipasang sejak tahun 2013. Awalnya stasiun kecil ini hanya dipakai untuk bongkar muat pupuk. Namun lambat laun juga dipakai mengangkut penumpang.

Bagi penumpang yang kebetulan mendapat diskon tiket kereta api ke Jogja melalui Stasiun Maguwon, jangan lupa kulik informasi wisatanya juga. Dengan begitu kita dapat menjelajah berbagai kawasan instagramble yang sayang dilewatkan di sekitaran lokasi.

  • Stasiun Patukan

Stasiun Patukan termasuk ke dalam stasiun KA kelas kecil III. Lokasinya berada di Ambarketawang-Yogyakarta. Stasiun ini dibangun di atas ketinggian 88meter dan masuk ke dalam daerah operasi VI Yogyakarta. Di hari-hari biasa jarang ada kereta api yang singgah ke stasiun ini.

Hal tersebut lantaran stasiun ini hanya difungsikan jika ada penyusulan kereta api yang memang jarang dilakukan. Mulanya stasiun ini juga dibangun untuk pengangkutan gula dari pabriknya. Bahkan ia memiliki rel percabangan khusus menuju ke Pabrik Gula Demakijo yang kini sudah tidak beroperasi lagi.

BACA JUGA  Jadwal Kereta Surabaya Semarang 2024: Rahasia Perjalanan Nyaman yang Tidak Anda Ketahui!

Kini pabrik gula itu sudah berubah menjadi markas satuan militer kavleri. Bangunan stasiun yang lama pun dirombak menjadi baru dengan perubahan besar-besaran pada rutenya.

  • Stasiun Rewulu

Berada di Argomulyo-Bantul diketahui stasiun ini memiliki total lima jalur kereta. Ia merupakan stasiun yang dikhususkan untuk mengangkut barang-barang khususnya BBM milik Pertamina. Jadi tidak akan ditemui penumpang di lokasi ini sehingga memang terlihat sepi pengunjung.

Jika diamati dari bangunannya, terlihat bahwa Stasiun Rewulu memiliki konstruksi mirip bangunan Stasiun Palbapang, Winongo, Bantul, Wojo, Kedundang, serta Sukorharjo. Konstruksi tersebut berupa terali besi dengan bentuk kotak.

Wisata Seru yang Berdekatan Dengan Stasiun Jogja

  • Alun-Alun Kidul

Jangan sia-siakan tiket kereta api Jogja murah dengan berlibur menikmati alun-alun kidul. Alun-alun ini berlokasi di dekat Keraton Yoyakarta tepatnya sebelah selatan yang dalam Bahasa Jawa disebut Kidul. Dibuka 24jam siapa pun bisa berkunjung ke kawasan alun-alun ini secara gratis.

Tempat tersebut menyajikan lapangan yang luas dengan rerumputan hijau menghampar. Jika ingin mencoba aneka jajanan murah, di sekitar alun-alun terdapat para pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai cemilan.

Tentunya dengan harga yang sangat ramah di kantong. Di lapangan ini terdapat pohon beringin yang sangat iconic. Salah satu tradisi yang tidak boleh dilupakan di sini ialah mencoba Laku Masangin.

Laku ini ialah menutup kedua mata dan kemudian berjalan lurus menuju ke arah beringin terebut. Apabila berhasil mencapainya, dipercaya segala permohonan akan terkabul dan pelaku dinyatakan memiliki hati yang bersih. Berminat mencoba?

  • Jalan Malioboro

Bisa dibilang antara Jogja dengan Malioboro adalah sebuah kesatuan paket. Pasalnya kota satu ini memang sangat terkenal dengan jalanan Malioboronya yang menawarkan keunikan tersendiri. Di sini dijajakan berbagai macam cenderamata dengan harga sangat terjangkau sebagai pilihan oleh-oleh bagi wisatawan.

Kabar terbarunya kini kawasan Malioboro telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan telah ditata menjadi lebih rapi. Pedagang-pedagang yang mangkir di trotoar juga telah direlokasi ke Teras Malioboro 2. Dengan begitu pengunjung bisa berjalan-jalan secara lebih nyaman.

Pasca perelokasian tersebut, kabarnya Malioboro akan secara rutin menampilkan panggung Street Art. Jadi di balai cagar budaya besutan Pemkot Jogja tersebut diperuntukan sebagai hiburan masyarakat. Dari sana diharapkan pengunjung bisa menyaksikan kekhasan Jogja sebagai daerah yang istimewa.

  • Angkringan Jogja

Jika pergi ke Jogja memang tidak afdol rasanya apabila tidak berkunjung ke angkringan khas kota ini. Angkringan merupakan lapak-lapak kecil yang biasanya buka di malam hari. Di sini menawarkan berbagai menu untuk makan malam hingga jajanan-jajanan dan sate-satean.

Nasi kucing dengan aneka lauk pendamping merupakan menu yang paling dicari di Jogja. Berupa nasi dalam porsi kecil dengan sambal dan lauk yang sedikit. Isian lauk nasi kucing biasanya teri atau ayam suwir dan sambal. Adapun pendampingnya biasanya aneka lauk yang ditusuk seperti telur puyuh, ceker, jeroan, dan lain-lain.

Setelah kenyang, hidangan biasanya ditutup dengan kopi jos. Minuman ini merupakan kopi hitam yang ditambahi arang bakar yang masih menyisakan bara. Kopi jos dipercaya bisa meningkatkan stamina dan rasanya pun sangat enak. Ada sensasi bakaran yang menambah citarasa kopi menjadi semakin kuat, penasaran?

  • Pasar Beringharjo

Manfaatkan diskon tiket kereta api dari KAI melalui Stasiun Tugu dengan tidak lupa berkunjung ke Pasar Beringharjo. Lokasi ini memang diperuntukan sebagai wisata belanja selain Malioboro di Yogyakarta. Di sini wisatawan bisa membeli aneka jenis pakaian dan kerajinan dari kain batik.

BACA JUGA  Permudah Perjalanan Anda dengan Jadwal Kereta Rangkas Serang 2024!

Pasar Beringharjo juga menjual aneka barang-barang antik dan aneka pernak-pernik khas Jogja. Jadi memang sangat cocok dikunjungi untuk berburu oleh-oleh. Harganya pun terjangkau, bahkan pembeli kerap akan diberikan diskon besar ketika membeli dalam jumlah partai.

Untuk mencapai Pasar Beringharjo, pengunjung hanya perlu menempuh jarak sekitar 1.8km dari Stasiun Tugu. Agar mendapat sensasi yang lebih tradisional, pengunjung bisa mencoba menggunakan delman atau becak. Dengan begitu suasana kental Jogja akan semakin terasa.

  • Museum Vredeburg

Jika Anda termasuk penyuka wisata masa lalu dengan melihat-lihat berbagai bangunan bersejarah, maka Museum Vredeburg adalah pilihan tepat. Lokasinya masih berada di kawasan Malioboro. Jadi setelah puas berbelanja, pengunjung bisa mampir ke sini untuk berfoto-foto.

Di dalam museum terdapat berbagai diorama perjuangan Indonesia melawan kemerdekaan. Dulunya benteng ini dibangun oleh Belanda untuk memudahkan mereka melakukan pengawasan terhadap Kesultanan Yogyakarta yang semakin pesat perkembangannya.

Meski bangunannya kuno, namun tetap terlihat esetetik dan instagramable. Untuk tiket masuknya sendiri pun sangat murah. Dewasa hanya dipatok tarif sebesar Rp3.000 saja. Buka setiap hari kecuali Senin dari pukul 08.00 sampai 15.00 WIB jadi jangan sampai kesorean ya!

  • Taman Pintar

Apabila liburan ini dilakukan bareng dengan keluarga dan anak-anak, pastikan menjadikan Taman Pintar dalam list kunjungan. Tempat ini menawarkan wisata edukasi yang cocok untuk menambah wawasan sembari berekreasi. Jadi liburan bisa dilakukan sembari bersenang-senang.

Untuk harga tiket masuk, pengelola hanya membebankan harga Rp20.000 per orang. Mereka buka setiap hari bahkan weekend dari jam 0830 pagi sampai 16.00 sore waktu setempat.

Terdapat berbagai wahana edukasi yang bisa dikunjungi dari Science Theater, Wahana Bahari, Pengolahan Sampah, Kampung Kerajinan, sampai Planetariun dan Perpustakaan. Selain wahana-wahana itu, terdapat pula gedung kotak, gedung oval, dan masih banyak lagi.

  • Keraton Ngayogyakarta

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat diresmikan pertama kali pada tahun 1755 oleh Sultan Hamengkubuwana I. Di mana pendirian ini didasari atas Perjanjian Giyanti yang disetujui oleh Kesultanan Ngayogyakarta, Kesunanan Surakarta, dan VOC. Uniknya sistem kesultanan ini masih dipertahankan hingga sekarang sebagai DIY.

Adapun strata sosial masyarakat Daerah Istimewa ini dibedakan menjadi tiga yakni: Bandara (Bangsawan), Abdi Dalem (Pegawai), dan Kawula Dalem (Rakyat). Adapun Keraton Ngayogyakarta sendiri adalah tempat tinggal resmi Sultan Hamengkubuwono, penguasa Yogyakarta.

Namun tempat ini juga dibuka untuk publik sehingga bisa dikunjungi para wisatawan. Jadi area ini bisa dijadikan kawasan belajar bagi mereka yang ingin mendalami sejarah. Kita bisa menyaksikan berbagai aktifitas abdi dalem serta berbagai koleksi keraton.

  • Bakpia Pathok

Kawasan Pathuk memang bukan jalanan biasa. Pasalnya di kawasan ini berdiri pabrik-pabrik yang memproduksi bakpia khas Jogja. Untuk menjangkaunya, pengunjung hanya perlu berjalan beberapa kilometer ke arah barat dari pusat perbelanjaan Malioboro.

Jajanan manis ini memang sudah menjadi iconic dan wajib dibeli bagi mereka yang berkunjung ke Jogja. Makanan ini dibawa dari dataran Cina yang awalnya bernama Tou Luk Pia.

Tou Luk Pia sendiri dalam bahasa Cina bermakna kue kacang hijau. Hal tersebut lantaran kue tersebut pada dasarnya dibuat dari kacang hijau yang ditumbuk sebagai isiannya. Namun meski identik dengan kacang hijau, kini isian bakpia dibuat lebih beragam. Ada keju, coklat, dan tentu saja kacang hijau sebagai rasa originalnya.

Produksi bakpia di wilayah Pathuk ini telah dilakukan sejak tahun 1948 secara home industry. Kemudian dari kawasan ini, produksi pun mulai menyebar ke kawasan lain. Bakpia rupanya sukses memikat hati wisatawan dan menjadi salah satu panganan khas Jogja selain gudeg.

  • Plengkung Gading

Sekitar 300meter dari alun-alun kidul, terdapat Plengkung Gading. Tempat ini merupakan bangunan bersejarah yang telah ada sejak berdirinya Kesultanan Yogyakarta. Kawasan ini rupanya dijadikan tempat keluar bagi raja-raja Kesultanan Yogyakarta yang telah wafat.

BACA JUGA  Wow! Inilah Jadwal Kereta Rangkasbitung Terbaru yang Akurat Tahun 2024

Nantinya setelah melewati Plengkung tersebut, jenazah Sri Sultan yang mangkat akan dibawa ke makam raja-raja pendahulunya untuk disemayamkan. Mitosnya, selama raja tersebut masih hidup dan berkuasa, maka beliau tidak akan diperkenankan melewati Plengkung Gading.

Terdapat sirine di Plengkung ini yang mana hanya akan berbunyi ketika dua momen penting. Pertama ketika menjelang detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia, dan yang kedua jelang buka puasa ketika memasuki bulan Ramdhan tiba.

  • Sindu Kusuma Edupark

Sindu Kusuma Edupark merupakan taman bermain yang menyajikan berbagai macam wahana. Tidak hanya untuk anak-anak, orang dewasa pun juga bisa menikmati aneka permainan di dalamnya. Lokasi ini cukup strategis karena hanya berjarak sepuluh menitan dari pusat kota.

Kawasan seluas total tujuh hektar tersebut diresmikan pada tahun 2014. Sesuai namanya yakni Edupark, taman ini bukan hanya sekedar tempat bermain, namun juga belajar. Ada beberapa lokasi yang dirancang sebagai tempat edukasi yang fun dan menyenangkan. Tiket masuk hanya dikenakan sebesar Rp50.000/pengunjung.

Salah satu daya tarik dari Sindu Kusuma Edupark ialah bianglala raksasa yang dimilikinya. Pasalnya bianglala ini adalah yang terbesar se-Indonesia dan keenam di Asia Tenggara. Sebagai perbandingan, bianglala terbesar se-Asia Tenggara dimiliki oleh Singapura dengan tinggi 165meter, Malaysia 88meter, dan Thailand 60meter.

Sedangkan bianglala di Sindu Kusuma yang dinamai Cakra Manggilingan ini memiliki ketinggian hingga 48meter. Terdapat 28 kapsul yang siap menyuguhkan pemandangan terbaik kota Yogyakarta dari atas. Bahkan Gunung Merapi pun terlihat jelas dari sana.

  • Situs Warungboto

Pasangrahan Warungboto merupakan salah satu situs cagar budaya di Yogyakarta. Maka tidak heran kesultanan masih mempertahankan bentuk arsitektur bangunannya yang merupakan warisan di masa lalu. Jika memiliki tiket kereta api Jogja gratis, jangan lupa berkunjung ke sini.

Situs Warungboto sendiri memang kini tengah viral pasca lokasi tersebut dijadikan sebagai tempat foto prewedding anak presiden. Diketahui anak presiden kedua yang akan segera menikah memilih Situs Warungboto sebagai salah satu tempat prewednya. Kontan saja pasca foto diunggah, kunjungi ke situs ini pun meningkat.

Bangunan peninggalan kolonial ini masih dijaga dengan sangat baik. Bagi mereka yang menginginkan konsep foto jadul yang masih terlihat estetik, tentu sangat cocok berkunjung ke sini. Tiket masuk pun sangat terjangkau, yakni hanya sekitar Rp3.000 saja per orangnya.

  • Gembira Loka Zoo

Salah satu kebun binatang yang hits di Yogyakarta ialah Gembira Loka Zoo. Hanya dengan berkendara sekitar 20menitan dari Stasiun Tugu Jogja, pengunjung sudah bisa tiba di lokasi. Jika Anda berekreasi bersama anak-anak, kebun binatang ini bisa menjadi daftar pilihan terbaik.

Beralamat di Jalan Kebun Raya No.2 di Kotagede menjadikan kebun binatang ini sangat mudah dijangkau dari berbagai arah. Buka setiap Sabtu sampai dengan Kamis dari jam 09.00-15.00 waktu setempat, jadi mereka hanya tutup hari Jumat saja. Harga tiket cukup terjangkau sekitar 60.000/orang untuk keliling seluruh area.

Mengetahui tiket kereta api ke jogja akan menjadi hal penting bagi para treveler yang hendak jalan-jalan di kota pelajar ini. Untuk mendapatkan harga murah, sebaiknya pilih perjalanan di hari-hari kerja yakni Senin-Jumat. Hal tersebut lantaran saat weekend harganya cenderung naik karena banyaknya permintaan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • AI: Hello human, I am a GPT3 powered AI chat bot. Ask me anything!

AI thinking ...